Pada 12 Agustus 2025, Indonesia dan Peru resmi menandatangani perjanjian Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) di Jakarta. Kesepakatan ini bertujuan memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui penghapusan tarif, peningkatan akses pasar, dan kolaborasi di berbagai sektor strategis.
Perjanjian ini merupakan hasil negosiasi panjang yang dimulai sejak 2022. Dengan CEPA, Indonesia diharapkan dapat memperluas ekspor komoditas unggulan seperti kopi, kakao, tekstil, dan produk perikanan, sementara Peru mendapatkan akses lebih besar untuk menjual produk agrikultur, mineral, dan tekstilnya di pasar Indonesia.
Manfaat Ekonomi Bagi Indonesia
Bagi Indonesia, CEPA memberikan peluang signifikan untuk meningkatkan nilai ekspor nonmigas ke Amerika Latin. Produk-produk seperti kopi, minyak sawit, dan peralatan elektronik berpotensi menjadi primadona di pasar Peru.
Selain itu, CEPA juga mendorong investasi langsung asing (FDI) dari Peru ke Indonesia, khususnya di sektor pertambangan, pariwisata, dan energi terbarukan. Pemerintah optimistis bahwa kerja sama ini akan menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi daerah.
Keuntungan untuk Peru
Peru, sebagai salah satu negara penghasil biji kakao dan kopi berkualitas tinggi, akan mendapatkan akses yang lebih mudah ke pasar Indonesia yang memiliki lebih dari 270 juta penduduk. Tarif yang lebih rendah akan membuat produk mereka lebih kompetitif.
Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang bagi perusahaan Peru untuk berinvestasi di sektor perikanan Indonesia, terutama di wilayah timur yang memiliki potensi laut melimpah.
Sektor yang Diuntungkan
Beberapa sektor diproyeksikan akan mendapatkan keuntungan besar dari CEPA:
-
Pertanian dan Perikanan – penghapusan tarif membuat ekspor lebih kompetitif.
-
Industri Manufaktur – peningkatan perdagangan barang jadi seperti tekstil dan elektronik.
-
Energi Terbarukan – peluang kerja sama dalam pengembangan proyek ramah lingkungan.
-
Pariwisata – promosi destinasi wisata unggulan untuk saling menarik wisatawan.
Pandangan Pemerintah dan Pelaku Usaha
Menteri Perdagangan Indonesia menegaskan bahwa CEPA dengan Peru adalah bagian dari strategi diversifikasi pasar ekspor, agar Indonesia tidak hanya bergantung pada pasar tradisional seperti Tiongkok, Jepang, dan AS.
Pelaku usaha pun menyambut baik langkah ini. Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) menyebut bahwa CEPA akan membantu UMKM menembus pasar Amerika Latin, asalkan mereka mendapatkan dukungan dalam hal kualitas produk dan promosi.
Tantangan Implementasi
Meski peluangnya besar, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Pertama, jarak geografis yang jauh membuat biaya logistik relatif tinggi. Kedua, perbedaan regulasi dan standar kualitas produk antara Indonesia dan Peru harus disinkronkan.
Untuk mengatasi hal ini, pemerintah merencanakan pembentukan Joint Economic Committee yang akan bertugas mengawasi pelaksanaan CEPA dan mencari solusi cepat jika ada hambatan perdagangan.
Potensi Hubungan Diplomatik yang Lebih Erat
CEPA tidak hanya berfokus pada perdagangan, tetapi juga memperkuat hubungan diplomatik. Kedua negara sepakat untuk memperluas kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pertukaran budaya.
Langkah ini diyakini akan mempererat hubungan antar masyarakat, menciptakan pemahaman yang lebih baik, dan membuka peluang kolaborasi di sektor non-ekonomi.
Reaksi Internasional
Kesepakatan Indonesia–Peru ini menarik perhatian negara-negara tetangga di Amerika Latin dan ASEAN. Beberapa pengamat menilai bahwa perjanjian ini dapat menjadi model kerja sama lintas benua yang saling menguntungkan.
Menurut laporan Kementerian Perdagangan RI, CEPA dengan Peru adalah perjanjian perdagangan bebas pertama Indonesia dengan negara Amerika Latin bagian barat.
Harapan ke Depan
Dengan berlakunya CEPA, diharapkan perdagangan bilateral Indonesia–Peru akan meningkat dua kali lipat dalam lima tahun ke depan. Jika implementasinya berjalan mulus, kesepakatan ini bisa membuka pintu bagi perjanjian serupa dengan negara lain di kawasan Amerika Latin.
Bagi masyarakat dan pelaku usaha, ini adalah kesempatan emas untuk mengeksplorasi pasar baru, memperluas jaringan, dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di tingkat global.